Searching...
Sabtu, 26 Mei 2012

Benar, Banyak Yang Diharapkan Dari Kita

Tema : Manusia dan Harapan

Benar, Banyak Yang Diharapkan Dari Kita
 

Harapan. Kata ini tentunya merupakan kata yang sering kita ucapkan ataupun kita dengarkan. Karena semua manusia yang ada di bumi ini memiliki harapan dalam hidupnya, dan itu pasti. Jika ada manusia yang tidak memliki harapan sama sekali dalam hidupnya, bisa dibilang manusia tersebut mati dalam hidupnya. Lantas apa itu harapan? Harapan, cita-cita semua itu hampir sama. Namun berbeda pengertian. Dalam Ilmu Budaya Dasar mengatakan harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Kita tahu bahwa harapan adalah sesuatu yang perlu kita capai meskipun tidak terlalu di utamakan (tidak terlalu muluk), namun pada hakekatnya Setiap manusia mempunyai harapan. Harapan, kata ini mengandung makna yang sama dengan kebutuhan manusia. Yang mana setiap manusia ingin sesuatu yang diinginkannya. Dalam buku Ilmu Sosial Dasar menyebutkan bahwa kebutuhan manusia itu terdiri atas :

1. Kelangsungan hidup
2. Keamanan
3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. Diakui lingkungan
5. Perwujudan cita-cita
Mungkin, saya rasa sudah cukup sedikit pemahaman mengenai harapan yang tertera pada pembahasan di atas. Kita langsung saja masuk ke contoh permasalahan. Mengenai sesuatu yang diharapkan dari mahasiswa-mahasiswa di Indonesia ini.

Mengapa begitu banyak mahasiswa yang belajar keluar negeri? Bukankah negeri sendiri sudah cukup mewah menyediakan paket belajar dengan ragam fasilitas yang ada. Lembaga pendidikan pun sudah sangat banyak,akan tetapi masih banyak juga mahasiswa kita yang punya keinginan keras untuk belajar di negeri orang.

Bukan sebuah kesalahan atau kekeliruan, tidak jarang juga hal ini memotivasi para pelajar di Indonesia untuk lebih giat belajar dan mengembangkan kemampuannya sehingga nanti mampu menggali keilmuan dengan peluang yang didapatnya di luar negeri. Orang Jawa bilang : ”bibit, bebet, dan bobot itu perlu”. Untuk apa? Untuk menilai kualitas dari seseorang.

Adagium ini bisa kita pakai untuk membina generasi muda dari tingkat pembelajaran sedini mungkin. Lebih tepatnya di tingkatan pendidikan tinggi, sekolah akademi, universitas, dan sejenisnya. Cita-cita kemajuan bangsa itu dibentuk dari kemauan dan kebutuhan masyarakatnya. Masyarakat itu adalah sekumpulan warga/kelompok, para tokoh, dan mereka yang bisa dan dianggap mampu menyampaikan pesan dan kebutuhannya terhadap negara.

Kalau sejak pembelajaran terbiasa ditanamkan jiwa ”keakuan” terhadap pembangunan pendidikan bangsa, bukan tidak mungkin kemampuan yang dimiliki para pelajar ditujukan untuk kemajuan bangsa. Kalau sekarang jenjang pendidikan hanya sebagai formalitas atau syarat untuk mendapatkan peluang kerja di kemudian hari tanpa menumbuhkan kemauan untuk memajukan bangsa, potretnya bisa kita lihat sekarang.

Begitu jauh ketimpangan antara pencari kerja dan penyedia lapangan kerja, kurang optimalnya pengembangan diri dari organisasiorganisasi kemahasiswaan, dan sebagainya. Peran serta keluarga dan binaan di masyarakat pun turut mengambil andil dalam membangun sosok pelajar dan mahasiswa yang berprestasi untuk bangsa.

Menjadikan mahasiswa sebuah harapan, minimal harapan kemajuan bagi keluarga dan masyarakatnya, sudah cukup membuat rasa tanggung jawab dalam diri mahasiswa mengeksplorasi kemampuannya untuk berbuat lebih. Pelajar dan mahasiswa di negeri kita masih perlu banyak memotivasi diri untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan yang dimilikinya.

Menyadari sosok mahasiswa sebagai penerus bangsa, kemajuan pendidikan bangsa, sudah sewajarnya penghargaan bagi mahasiswa berprestasi, yang mampu menghasilkan sebuah kebanggaan baik bagi institusi pendidikan ataupun bagi masyarakat sekitar, terlebih lagi bangsa dan negara, diberikan apresiasi yang sepadan sehingga memberikan motivasi yang lebih lagi di diri para pelajar dan mahasiswa Indonesia. Mahasiswa itu tabungan negara dan kita agen kemajuan (we are agent of development). (Sumber: Seputar Indonesia, 10 Mei 2012).

Menanggapi permasalahan di atas, memang sangatlah betul bahwa mahasiswa merupakan sosok yang memiliki tugas dan kewajiban sebagai penerus bangsa. Sosok yang memiliki pengaruh dalam memajukan pendidikan bangsa dan merupakan kebanggan untuk orang-orang disekitar kita. Saya pribadi megakui bahwa sampai saat ini saya belum mencapai itu semua. Namun saya memiliki harapan bahwa pada waktu yang tepat, seiring dengan segala kegigihan dan kemauan yang kuat yang berasal dari diri sendiri, semua harapan dan cita-cita tersebut mampu dicapai. Amatlah disayangkan apabila melihat seorang mahasiswa yang menyia-nyiakan tenaga, pikiran, waktu serta uangnya (mayoritas masih berasal dari orang tuanya) dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna selama menjalani proses perkuliahan. Dan pada akhirnya mahasiswa tersebut tidak memperoleh sama sekali apa yang seharusnya ia dapatkan sebagai mahasiswa, dan itu murni atas peruatannya sendiri. Apa yang bisa diharapkan jika sudah seperti ini? Oleh karena itu, saya sebagai salah seorang mahasiswa mengajak kalian semua, para mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan apa yang kalian jalani saat ini. Kita jalani sungguh-sungguh proses menuntut ilmu ini. Karena sadarilah, bahwa sebenarnya kita adalah tumpuan dan harapan bagi mereka semua, diantaranya orang tua kita serta bangsa ini, bangsa Indonesia.
_________________________________________________________________________

DAFTAR PUSTAKA
 _________________________________________________________________________

"Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan uraian-uraian yang terdapat pada artikel ini. Saya berharap artikel ini dapat memberi manfaat bagi semua yang bersedia membacanya maupun diri saya pribadi sebagai sebuah pengetahuan baru dan juga sebagai pemenuhan tugas kuliah softskill - Ilmu Budaya Dasar. Terima Kasih."
_________________________________________________________________________ 

0 komentar:

Posting Komentar

Don't forget to comment... ^ _ ^

ads
ads
 
Back to top!